Saturday, May 12, 2012

Resep Masakan Cepat Saji Mie Pangsit

Resep Masakan Cepat Saji Mie Pangsit

resep masakan asia mie pangsit

Bahan membuat masakan cepat Saji Mie Pangsit:

50 lembar kulit pangsit (bisa dibeli di pasar atau supermarket)200 gram daging ayam dicincang halus200 gram udang (kulitnya dikupas dan potong menjadi tiga bagian)1 sendok makan kecap asin1/2 sendok makan merica halus1 sendok teh garam1 sendok makan mentega1 butir putih telur

Untuk kuahnya:

1 liter kaldu ayam, bila tidak ada bisa air matang biasa1/2 sendok makan merica halus1 sendok teh garam, bisa kurang atau lebih1 sendok makan kecap asin150 gram mie yang sudah matang1 sendok makan daun saladri yang dirajang halus2 siung bawang putih dicincang halus 1 sendok makan mentega, atau minyak gorengKalau ada bisa ditambah daging asap

Cara membuat masakan cepat Saji Mie Pangsit:

Ayam dan udang diberi bumbu diberi merica, kecap dan bumbu masak bila suka.Panaskan mentega, masukkan bawang putihBila bawang puting sudah menguning, masukkan daging ayam dan udang, aduk sampai merata. Campurkc.Campurkan pula putih telur.Isi setiap lembar kulit pangsit dengan 1/2 sendok makan adonan ayam dan udang tadi.Sediakan air mendidih di dalam panelMasukkan pangsit, rebus sampai beberapa menit sampai pangsit mengapung, tiriskan.

Kuahnya:

Panaskan mentega, masukkan bawang putih dan tumis sampai menguning.Tuang air atau kaldu, tambahkan pula garam, kecap dan bumbu lainnya.Biarkan sampai beberapa saat dan bumbu meresap.Hidangkan pangsit, beri mie dan kuah tadi, taburkan daun seledri.

Resep Masakan Cepat Saji Sup Mie Cabai Merah

Resep Masakan Cepat Saji Sup Mie Cabai Merah

resep masakan cepat saji sup mie cabai merah

Bahan membuat masakan cepat Saji Sup Mie Cabai Merah:

150 gram mie kering3 buah cabai merah yang besar (kalau ada paprika merah)200 gram daging cincang1 sendok makan kecap asin1 sendok teh kecap hitam (kecap jamur) kalau ada.1 sendok makan taoco dihaluskan1 buah mentimun (dipotong kecil seperti batang korek api)1/2 sendok makan kacang goreng dihaluskan1/2 sendok makan merica halusbumbu masak bila suka1 sendok makan mentega2 siung bawang merah dirajang halus1/2 liter kaldu daging sapi atau air biasa (1/2 liter = 2 gelas)

Bumbu untuk daging:

1 sendok teh merica halus1/4 sendok teh garam1 butir putih telur1 sendok makan tepung kanji atau maizenaRemas-remas daging dengan semua bumbu dan biarkan beberapa saat agar meresap.

Cara membuat masakan cepat Saji Sup Mie Cabai Merah:

Panaskan mentega, masukkan bawang putih, cabai merah yang dipotong segi empat kecil-kecil, dan daging.Bila daging sudan matang masukkan kaldu ayam, tambahkan kecap asin, kecap hitam, dan taoco dan lain-lain.Biarkan dengan api kecil sampai bumbu meresapSementara itu rebus air sampai mendidih kira-kira 1 1/2liter.Masukkan mie dan rebus sampai matang, jangan sampai terlalu lembek.Tiriskan dan siram dengan air dingin agar tidak leng-ket.Cara menghidangkan, taruh mie di dalam mangkuk siram dengan kuah daging tadi.Hias atasnya dengan irisan mentimun dan kacang halus.

Sop Iga Sapi Warung Aat Fatmawati Tangerang

Sop Iga Sapi Warung Aat Fatmawati Tangerang

Sop Iga Sapi Warung Aat Tangerang

Layanan pesan singkat atau SMS masih tertulis di telepon genggam milik Ny Aat Fatmawati dengan nomor 081282219****.

”At… tolong siapin sop iga untuk 20 orang ya. Nanti setelah sepedahan di Cihuni, kita mau buka puasa bersama di sana”.

Isi SMS itu dikirim seorang pesepeda kepada Aat pada bulan puasa lalu.

Di kalangan pesepeda, Warung Aat memang dikenal dengan menu sop iga sapinya. Dengan uang Rp 15.000, pembeli bisa menikmati semangkok sop iga sapi dan sepiring nasi putih.

Meskipun pada bulan puasa lalu yang membeli sop iga di Warung Aat berkurang pada siang hari, namun pada malam hari selalu saja ada pesepeda yang datang makan di warung ini.

Setelah bersepeda malam hari (nite ride) ramai-ramai di kawasan Cihuni, para pesepeda biasanya makan malam di Warung Aat. Setiap akhir pekan, warung ini selalu dipenuhi para pesepeda. Sedangkan pada hari biasa di luar bulan puasa, Warung Aat tidak terlalu ramai kecuali pada hari Sabtu-Minggu. Keluarga Aat Fatmawati terpaksa mengerahkan seluruh keluarga dan kerabat untuk ikut melayani pembeli.

Biasanya setelah bersepeda offroad di kawasan Cihuni, para penggowes menuju Warung Aat untuk menikmati sop iga sapi.

Lokasi warung ini terletak di Kampung Nagreg, Desa Sampora, Kecamatan Cisauk, Tangerang Selatan. Lokasinya tidak jauh dari kawasan perumahan BSD City kluster baru, Foresta.

Selain sop iga, di Warung Aat juga tersedia nasi uduk dan ketan. Sementara minuman yang menjadi favorit para pesepeda adalah teh jahe panas.

Setelah bersepeda dari pagi sampai siang, menu sop iga yang dikombinasikan dengan minuman teh jahe sungguh membangkitkan selera makan. ”Rasa cape setelah gowes hilang setelah minuman teh jahe panas di Warung Aat,” kata Fredie Adjie, pesepeda dari Kompleks Perumahan Permata Pamulang yang tergabung dalam komunitas Tahu Cocol (THCC).

Tidak hanya saat bersepeda ramai-ramai bersama teman-temannya, ketika sendirian pun Fredie kerap mampir di Warung Aat. Padahal, lokasinya relatif jauh dari perumahan Permata Pamulang ke warung itu.

Hal yang sama juga kerap dilakukan Rika Novriadi, seorang ibu rumah tangga yang biasa bersepeda santai seminggu sekali. Meski rumahnya di sekitar Permata Hijau, Jakarta, Rika dan suaminya kerap bersepeda di sekitar Serpong dan selalu makan sop iga di Warung Aat.

Menurut Rika, porsi sop iga yang disajikan cukup, tidak berlebih dan tidak kurang. Bumbu sop iga berasa ke daging iganya.

”Kuah sopnya juga ’nendang’ banget, apalagi kalau bawang gorengnya minta lebih. Habis gowes, makan di sana maknyus,” ujar Rika.

Makan menjadi lahap

Pernah suatu waktu, Rika bersepeda di kawasan perumahan Alam Sutera di Serpong, Tangerang, namun makan siangnya tetap di Warung Aat. Padahal, di kawasan itu, tersedia banyak tempat makanan enak-enak.

”Setelah makan sop iga, pulangnya harus gowes agak jauh supaya kalori dalam tubuh bisa terbakar,” ujar Rika.

Ditanya soal harga sop iga, Rika Novriadi menyebutkan sangat relatif. Tetapi, karena rasanya enak sehingga meskipun harus membayar Rp 15.000, tetap terasa cukup murah. ”Bukan cuma sop iganya, ketannya juga enak loh,” tambah Rika.

Adji Srihandoyo dari Mega Bikers Club (MBC) juga terkesan dengan sop iga di Warung Aat. Warung ini sangat menarik. Dia merasakan benar-benar seperti kembali ke alam meskipun di seberang warung telah berdiri tembok tinggi, pembatas dengan kawasan perumahan BSD City.

Berbagai sajian makanan yang dijual di Warung Aat terasa sebagai makanan khas warung, dan disajikan dalam suasana natural.

”Rasa sop iga yang panas membuat para pesepeda menjadi lahap saat makan. Umumnya habis sepedaan badan terasa agak lelah. Dalam kondisi seperti itu, kita perlu minum dan makan yang enak serta dalam suasana yang lepas,” ujar Adji, profesional yang akhir-akhir ini rajin bersepeda.

Bagi Adji, harga makanan yang dijual di Warung Aat, termasuk sop iga, relatif murah dan terjangkau. Para pembeli yang datang ke warung ini umumnya dari semua golongan masyarakat.

Berdasarkan pengamatan Kompas, banyak di antara warga Jakarta, terutama mereka yang biasa bersepeda, senantiasa ingin merasakan menu masakan khas warung bernuansa alam, seperti halnya menu makanan sop iga di Warung Aat.

Di tempat lain pun sama, warung yang menyajikan masakan lumayan enak selalu menjadi tempat tujuan kuliner para pesepeda. Misalnya, para pesepeda dengan tujuan Rindu Alam, Puncak, di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, para pesepeda biasa melakukan persiapan untuk bersepeda di Warung Mang Ade.

Di warung itu, pada umumnya pesepeda makan nasi goreng sebelum memulai aktivitas bersepeda ke tanjakan Ngehe maupun ke lokasi off road yang menantang di Telaga Warna.

Tempat makan yang cukup dikenal di kalangan pesepeda di sekitar Jalur Pipa Gas (JPG) Serpong, Tangerang, adalah Warung Mpok Cafe. Tempat ini juga biasa dijadikan tempat mangkal para pesepeda.

Sedangkan mereka yang biasa bersepeda santai pada hari Minggu di kawasan Sudirman- Thamrin, Jakarta, pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor umumnya pergi ke warung nasi uduk di Kebon Kacang atau soto mi di pinggir jalan di kawasan Menteng.

Kalau bersepeda ke jalur off road di Tajur Halang, Kabupaten Bogor, para pesepeda biasanya mampir untuk melahap makanan laksa yang dimasak dengan kunyit di pinggir jalan.

Jika bersepeda ke kawasan Sentul atau kaki Gunung Pancar, para pesepeda biasanya memburu sate kambing muda. Merasakan makanan di sejumlah tempat saat bersepeda sungguh merupakan pengalaman yang sangat mengasyikkan dan selalu ingin mencoba lagi.

Setiap menjelang hari Sabtu dan Minggu, seluruh keluarga besar pasangan Ny Romlah-Rosdik berkumpul bersama di Kampung Nagreg, Desa Sampora, Kecamatan Cisauk, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Mereka berkumpul di sana karena pada setiap akhir pekan, seluruh keluarga ini melayani para pembeli di Warung Aat.

Sebenarnya Ny Romlah sudah merintis usaha warung di tempat itu sejak tahun 1975. Namun, warung ini baru terkenal di kalangan para pesepeda dalam dua tahun terakhir ini setelah berjualan sop iga sapi.

”Awalnya, kami berjualan gado-gado,” ujar Rosdik, suami Ny Romlah, mengisahkan awal mulanya membuka warung. Tempat makan ini sekarang lebih dikenal dengan sebutan Warung Aat ketimbang Warung Romlah.

Itu terjadi begitu saja. Namun, Ny Romlah tidak mempersoalkan kalau nama anaknya, Ny Aat Fatmawati, lebih dikenal ketimbang dirinya. Pasangan Ny Romlah-Rosdik yang menikah tahun 1952 memiliki delapan anak, termasuk Aat.

Romlah sudah merasa senang jika anak-anak dan mantunya bisa ikut berkumpul bersama setiap akhir pekan serta bahu-membahu saling membantu melayani para pembeli di Warung Aat.

Meskipun usianya sudah berangkat senja, Ny Romlah masih tetap bersemangat membantu melayani pembeli di Warung Aat. Dia selalu terlihat menjaga takaran dan bumbu yang dituangkan dalam setiap mangkuk sop iga sapi yang disajikan kepada para pembeli.

Kegiatan rutin yang biasa dilakukan anggota keluarga besar ini, pergi ke Pasar Cikokol, Kota Tangerang, di pagi buta untuk membeli bahan makanan yang akan disajikan di warung, terutama menu utama sop iga sapi.

”Anak saya biasa membeli daging sop iga sapi di pasar sekitar Rp 38.000-Rp 40.000 per kilogram,” kata Romlah yang berbicara dalam bahasa Sunda. Tadinya satu mangkuk sop dan sepiring nasi Rp 13.000, namun karena belakangan harga daging sapi naik, harga jual sop iga sapi di Warung Aat juga naik menjadi Rp 15.000.

Relatif nyaman

Meskipun Ny Romlah sudah membuka warung sejak lama dan sekarang penjualannya meningkat berkat menu utama sop iga sapi, kondisi warung ini tetap biasa saja.

”Akhir-akhir ini, saya sering berobat ke rumah sakit,” ujar Rosdik, yang menderita diabetes. Rosdik secara tersirat menjelaskan alasan warungnya yang tetap seperti itu-itu saja. Meskipun menderita penyakit berat, Rosdik masih tetap ikut membantu melayani pembeli.

”Minimal saya ikut memasak air di dapur,” katanya.

Bagi pesepeda, berhenti dan istirahat makan siang di Warung Aat relatif nyaman dan luas. Selain terdapat tempat untuk parkir sepeda yang relatif luas, di sana juga tersedia toilet dan tempat duduk yang nyaman. Bahkan di saung khusus tempat duduk para pembeli, disediakan televisi yang sengaja diputar di luar setiap akhir pekan.

Thursday, May 10, 2012

Serombotan (Klungkung)

Serombotan (Klungkung)

Bahan :

100 gr Kangkung ambil bagian pucuk dan daunnya
50 gr Bayam ambil pucuk dan daunnya.
75 gr Buncis potong 3 cm belah tidak sampai putus.
100 gr Tauge, buang akarnya.

50 gr Kacang panjang potong 3 cm
50 gr Kecipir potong serong 1 cm

Bumbu Sambal kelapa:

Kelapa 0,5 butir
5 siung bawang merah
3 siung bawang putih
3 cabai merah
3 cabai kecil (bisa ditambah bila suka pedas)
Terasi secukupnya
3 cm Kencur
1 cm Lengkuas
Garam

Semua bumbu dihaluskan.

Sambal koples (sambal encer):

5 buah cabai kecil
Terasi secukupnya
Garam secukupnya
50 g Kacang tanah
1 buah Jeruk limo
Minyak kelapa secukupnya

Cara Pembuatan :

Sambal kelapa dibuat sebagai berikut:

Kelapa diparut memanjang, disangrai (digoreng tanpa minyak).

Bahan lainnya dihaluskan. Bahan yang sudah dihaluskan dicampur dengan kelapa parutan.

Sambal koples (sambal encer) dibuat sebagai berikut:

Terasi dipanggang dan kacang tanah digoreng.

Bahan-bahan sambal komples ditambah dengan terasi dan kacang tanah dan dihaluskan seluruhnya. Selanjutnya, bumbu itu ditambahkan dengan sedikit minyak kelapa, jeruk limo dan sedikit air agar campuran bumbu menjadi agak encer.

Rebus setiap sayuran bahan serombotan secara terpisah hingga masak, angkat, tiriskan. Selanjutnya diberi sambal kelapa dan sambal koples secukupnya, terus dicampur dan diaduk. Serombotan siap dihidangkan bersama nasi.

Wednesday, May 9, 2012

Rujak Aceh

Rujak Aceh

Bahan:
100 gram wortel
100 gram tomat
200 gram nanas, potong kecil
150 gram kelapa muda, parut panjang
200 gram mangga muda, parut.
200 gram gula pasir
1 liter air
3 buah cabai merah, haluskan
1 sendok teh garam,
100 mililiter air matang
Es batu secukupnya, serut

Cara membuat:

Rebus air, cabai merah, garam, dan gula hinga mendidih. Tuang ke dalam wadah, biarkan dingin.Masukkan wortel dan tomat ke dalam blender. Tambahkan air matang. Haluskan, angkat. Ambil jusnya.Masukkan jus wortel dan tomat, nanas, kelapa, dan mangga muda ke dalam kuah rujak.Biarkan bumbu meresap selama 1 jam, simpan di lemari es.Sajikan dingin dalam mangkuk/gelas saji dengan serutan es batu.Untuk 2 porsi
1 porsi = 224 kalori

OtakOtak Kas Batam

OtakOtak Kas Batam


Bahan :
Daging Ikan tenggiri 500 gr
2 buah putih telur
1 sdm tepung kanji

Bumbu Halus :
1/2 sdm jintan
1 sdm ketumbar
3 siung bawang putih
5 siung bawang merah
2 cm jahe
3 cm kunyit
2 cm lengkuas
4 buah kemiri
150 gr cabe kering direndam pakai air panas

Pelepah daun kelapa yang sudah dipotong2 dan dilap bersih

Setelah bumbu dihaluskan, masukan daging ikan, 2 putih telur dan tepung kanji.Aduk rata.
Tambahkan garam dan gula secukup rasa.Bisa ditambahkan royco (terserah pilih
Kalau mau ditambahkan asam jawa, boleh aja.
Masukan kulkas sebentar supaya lebih kenyal.
Bungkus dengan daun kelapa, sematkan kedua ujungnya.
Bakar diatas bara.

Tuesday, May 8, 2012

Coto Kuda (Jeneponto-Sulawesi Selatan)

Coto Kuda (Jeneponto-Sulawesi Selatan)

Bahan:

2 kg Daging Kuda
Usus
Hati
Otak

Bumbu:

2 batang sereh
5 cm  laos
250 ml Santan
10 Bawang merah
5 Bawang putih
Garam secukupnya
3 buah Daun salam
2 buah Jeruk nipis
3 cm jahe, dan
5cm lengkuas

Cara Membuat:

Rebus daging kuda, usus, dan hati. Saat merebus masukkan lengkuas, jahe, dan salam.
Setelah matang, angkat dan tiriskan bahan tersebut setelah ditiriskan potong jeroan kuda menjadi dadu-dadu kecil.
Siapkan wajan, kemudian panaskan minyak. Tumis bumbu-bumbu yang sudah dihaluskan hingga matang dan berbau harum.
Masukkan bumbu tersebut ke dalam panci yang berisikan daging serta jeroan daging kuda.
Panasakan
sampai mendidih kemudian masukan santan. Diamkan beberapa saat
setelah benar-benar matang matikan kompor, coto daging kuda pun siap
dihidangkan, agar lebih nikmat sajikan coto dengan ketupat.